Wednesday, October 29, 2008

Jika HINDRAF serbu rumah Presiden PAS....bagaimana agaknya?





Salam,

Ini sekadar untuk difikirkan jika sekiranya rumah Presiden PAS diserbu kumpulan haram HINDRAF sepertimana yang dilakukan mereka pada perjumpaan Hari Raya di PWTC tempohari bagaimana reaksi ahli-ahli PAS agaknya? Serbuan itu adalah kerana mereka menuntut agar PAS tidak melaksanakan hukum Hudud dan mengugurkan matlamat untuk mendirikan Negara Islam di Malaysia. Apakah mungkin perkara ini boleh berlaku?

PAS telah menyatakan bahawa ingin menawarkan bantuan kepada HINDRAF atas isu-isu yang berkaitan dengan ISA dan sebagainya tanpa melihat kesannya hanya semata-mata ingin menyalahkan BN atas tindakannya terhadap HINDRAF. Persoalan HINDRAF bukan persoalan perkauman, ia adalah soal keselamatan negara. Namun demikian ia akan bertukar kepada isu perkauman jika tidak dibendung. Belum ada suatupun deklarasi dari HINDRAF yang menunjukkan mereka setuju dengan pembentukan negara Islam maka bagaimana PAS menangani masalah protes dari mereka kelak? Sedangkan kontrak sosial yang telah dipersetujui bersama mereka langgar inikan pula negara Islam yang masih begitu asing buat mereka.

PAS tidak boleh hanya mahu menjadi hero "tamil" tanpa memikirkan bahawa ini boleh melukai umat Melayu. dah lah DAP semakin berani menyentuh "daerah-daerah" sensitif umat Melayu Islam. Dengan hanya bertopengkan pemerintahan ala Khalifah Umar Abd Aziz dan beramar maaruf nahi munkar yang diucapkan Ketua Menteri Lim Guan Eng, kita semua terpedaya dengan slogan "indah" itu. PAS haruslah dulu beramar maaruf dengan mempelawa Lim Guan Eng mengkaji dan memeluk Islam agar keikhlasan beliau dapat dibuktikan. Dengan hanya mengungkapkan slogan indah tidak bererti keikhlasan telah ada!

Kesimpulannya, sebelum PAS mahu dilihat sebagai orang tengah dan pembela HINDRAF, PAS SEHARUSNYA TERLEBIH daHULU MENYELESAIKAN masalah dalamanya yang runcing itu juga atas isu, bagaimana dan bentuk apa PAS harus bermuamalat dengan pihak yang tidak mendokong ideologi Islam mereka termasuk HINDRAF yang juga pasti tidak mendokong ideologi mereka.....dimana Anwar Ketika itu kelak...bersama HINDRAF atau PAS????

Monday, October 20, 2008

Friday, October 10, 2008

MENANGANI MASALAH EKONOMI GLOBAL : PERLU PEMIMPIN YANG BEBAS PENGARUH US !






(Berikut petikan tulisan dari blog Indonesia yang dikirimkan kepada saya untuk tatapan semua):-


Menarik apabila menyimak pemikiran Joseph E. Stiglitz dalam bukunya yang berjudul The Roaring Nineties: A New History of the World’s Most Prosperous Decade. Buku ini pada pokoknya berisi kritik terhadap cara kerja ekonomi pasar/ kapitalis melalui peristiwa-peristiwa yang pernah terjadi di Amerika Serikat (AS) pada tahun ‘90-an.

Pemenang Hadiah Nobel Ekonomi tahun 2001 yang pernah menjadi anggota Dewan Penasehat Ekonomi pada pemerintahan Presiden Bill Clinton (1995-1997) serta pernah menjabat sebagai Senior Vice President dan Chief Economist di World Bank (1997-2000) ini tanpa tedeng aling-aling membongkar borok-borok kebijakan kapitalis ala AS, yang tidak hanya berdampak pada AS tapi juga pada negara-negara berkembang, berdasarkan pengamatan dan pengalamannya. Dengan memaparkan visinya mengenai perimbangan peran antara pasar dan pemerintah, Stiglitz menunjukkan bahwa dengan tidak mencontoh apa yang sudah terjadi di AS, negara-negara lain bisa mencapai perekonomian yang lebih sehat serta tata masyarakat yang lebih adil dan berdaulat, sehingga warganya tidak menjadi bulan-bulanan belaka dalam persekongkolan antara dunia bisnis dan politik.

Politik HKI Amerika Serikat

Saya tertarik pada bagian buku yang membahas tentang upaya pemerintah AS dalam memperjuangkan hak kekayaan intelektual (HKI) pada setiap kesepakatan dagang internasional. Pada perundingan multilateral General Agreement on Tariffs and Trade, misalnya, atas desakan perusahaan-perusahaan farmasi di AS, pemerintah AS bersikeras agar perlindungan HKI diterapkan seketat mungkin. Perusahaan-perusahaan farmasi itu percaya bahwa makin ketat perlindungan HKI atas produk mereka, makin tinggi laba mereka, yang pada gilirannya akan memberikan pemasukan yang tinggi pula bagi pemerintah AS.

Stiglitz menentang langkah pemerintah AS itu karena kuatir bahwa perlindungan HKI yang ketat itu bisa mengakibatkan mahalnya harga obat di negara-negara berkembang, yang akan merugikan warga miskin yang jatuh sakit. Dia menganggap bahwa apabila kesepakatan mengenai perlindungan HKI yang diusulkan AS itu ditandatangani, maka sesungguhnya yang sedang ditandatangani adalah akta kematian ribuan orang di negara-negara berkembang yang akan kehilangan obat-obatan penyambung nyawa.

Dalam buku ini juga diungkapkan bahwa banyak pihak telah mengemukakan ironi bahwa selama pertumbuhan pesat ekonomi dan industrialisasi di AS pada abad ke-19, AS sendiri justru banyak digugat karena telah mencuri HKI dari Eropa. Stiglitz mengemukakan fakta bahwa warga non-AS tidak diberi perlindungan paten sampai tahun 1836. Setelah AS berhasil mencapai kemajuan dari pemanfaatan paten milik warga non-AS yang tidak terlindungi itu, sekarang malah AS berupaya sekeras mungkin melindungi paten milik warganya agar tidak dimanfaatkan oleh pihak lain.

Pada tahun ’90-an banyak muncul gugatan terhadap perusahaan-perusahaan AS atas dugaan pembajakan hayati (biopiracy) berkenaan dengan pendaftaran paten obat dan makanan tradisional dari negara-negara berkembang. Dengan paten ini, mereka mengenakan biaya kepada negara-negara berkembang atas pemanfaatan obat dan makanan tradisional yang sesungguhnya sudah dikenal dan dimanfaatkan di negara-negara berkembang itu sejak zaman dahulu kala.

Kasus yang paling terkenal berkaitan dengan biopiracy itu adalah kasus yang melibatkan Texas RiceTec, Inc., yang menerima paten atas galur dan biji padi basmati, yang selama berabad-abad telah ditanam oleh petani Punjab di wilayah India dan Pakistan. Dalam kasus ini, karena protes internasional, termasuk tekanan dari pemerintah India, akhirnya membuat perusahaan itu mencabut seluruh klaimnya atas paten yang diterimanya tersebut. Namun demikian, pertarungan hukum ini membutuhkan biaya besar, dan otomatis merugikan negara berkembang.

(Dapatkah Malaysia keluar dari ikatan sistem kapitalis Amerika kalau pemimpin negara ini adalah orang yang di bawah pengaruh Amerika atau dia yang hanya mengetahui atau tidak memiliki konsep ekonomi kecuali konsep ekonomi Amerika?.
Adakah kerajaan ini akan dapat menjadi negara bebas (mandiri ) dengan pemimpin yang menjadi calon IMF yang menjadikannya sumber ekonomi ketika gawat?. Atau kita perlu berani mengatakan TIDAK kepada semua yang datang dari Amerika termasuk orang yang didukung Amerika!!!. )

Wednesday, October 8, 2008

PASCA PAK LAH : ISLAM HADHARI TETAP SEBAGAI PROGRAM BESAR ISLAM


( kenapa pulak kenyit-kenyit mata ni adik? Betullah Pak Lah dah umum dah..apasal? Tak percaya? )

Salam,

Pengumuman Pak Lah untuk tidak mempertahankan jawatan Presiden UMNO dilihat sebagai suatu titik bermulanya proses memulihkan UMNO setelah di "goncang " begitu hebat sepanjang beliau menjadi PM. Saya secara peribadi melihat ianya sebagai suatu peristiwa bersejarah di mana seorang PM ditekan begitu hebat sehingga "terpaksa" melepaskan jawatan walaupun secara demokratiknya beliau menang dalam pilihanraya.

Saya sering melihat kepimpinan seseorang amat dipengaruhi oleh karisma kerana dengan kuasa karismalah seseorang pemimpin itu dapat merealisasikan sesebuah idea serta gagasan yang hendak dibawa.

Lihat sahaja sebuah cetusan beliau iaitu Islam Hadhari gagal dilaksanakan atau tercemar kerana kegagalan beliau sendiri yang tidak melaksanakannya dan karisma yang tidak cukup kuat untuk membawa sebuah program yang sebesar itu. Atas dasar inilah saya menulis buku berkaitan Islam Hadhari yang membawa sebuah perspektif yang lain kerana saya merasakan ia adalah sebuah program besar Islam yang gagal difahami serta ditolak ekoran perbezaan politik semata-mata.

Maka atas dasar itulah saya sengaja melewatkan penerbitan buku tulisan saya itu agar pembaca dapat membetulkan persepsi bahawa buku tersebut adalah untuk propaganda politik pemerintah semata-mata tanpa melihat isinya.. Insya Allah saya akan percepatkan penerbitan buku itu secepat mungkin lebih-lebih lagi setelah pengumuman Pak Lah tidak akan bertanding dan mengikis persepsi bahawa Islam Hadhari adalah milik mutlak Pak Lah sedangkan saya ulangi sekali lagi: Islam Hadhari Adalah Islam !....tunggu...

Wednesday, October 1, 2008

HAKIKAT LEBARAN

Salam Lebaran,

TELAH BERKATA SAIDINA ALI KARAMALLAH WAJHAH:

"Hari di mana seseorang itu tidak bermaksiat kepada Allah s.w.t., hari itulah Hari Raya"

MAAF ZAHIR BATIN KEPADA SEMUA PENGUNJUNG BLOG INI SEMUGA KERJA KITA INI TERMASUK DI DALAM TIDAK BERMAKSIAT KEPADA ALLAH SWT.

Popular Posts